18 Maret 2009

MIMPI .musim lalu.

Jika
Terpercik gemericik dari

nirwana . .

Sebuah kisah terbelenggu dalam sebuah senyum.
Terpatri di selembar lukisan diri,

bertemu dalam alam angan.
Meski pada akhirnya malam harus pergi
karena pagi menjelang memajang mentari.


Namun,

sebutir embun membasahi khayalan pikiran semu.
Malaikat bergelayut dalam tumpahan harap.

"Mungkin aku akan di tepi tebing",merundung sepi ke hadap
an sunyi.

Sentuh pada rinai sutra mayang terurai legam,
"Seluruh mata kan tertutup dan pada saat itu, semua kan mungkin".


Redam hingga selaksa jingga.
Jejak rintik hujan menapak surya tenggelam.

Selaput mimpi memasir.
Lalu, kikisan lukisan diri terpadu dari serpihan luka.


"Andai . .
Terbersit cahaya
surga . . . "


2 komentar:

Lis Indra mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Lis Indra mengatakan...

Mengunjungimu,
rasanya damai
dengan puisi-puisi
yang indah