19 April 2010

kisah hidupku


kali ini aku ingin berbagi kisah hidupku. Aku cukup bahagia selama 3 tahun ini. Tapi tak cukup senang juga. Di tempat yang terpisah jauh ini, aku mencoba hidup sendiri. Di tengah cercaan dan cemooh orang sekitarku, aku tetap mencoba untuk tegar. meski ini berat untukku yang waktu itu baru menginjak usia 16 tahun.
Namun tak selamanya hidupku begini. Datanglah seseorang menghibur hati. Namun itupun hanya sebentar. sebentar lagi aku harus kembali ke tempatku. Aku senang, aku sedih. Tak ingin berpisah, namun muak dengan keaadaan sekitarku selain dia (Rio). Hhhhhh;..................

Beribu kali ku hela nafas dalam-dalam. Mencoba melupakan semua yang telah terjadi. Di hidupku. Dan aku tak ingin lagi terhempas dalam hidup yang seperti ini. Apalagi di kerjai oknum guru yang seperti itu. Muak rasanya!!!

KENANGAN YANG TAK AKAN PERNAH KU LUPA DI SMA N 1 SLAWI
---fitnah seorang guru wanita, berkacamata, dan berkerudung!! Menyakitkan!---

****itu tak akan ku lupa hingga akhir hayatku. Dan aku pun takk ingin menginjakkan kakiku di SMA itu jika dia masih disana.****

"Sampai mati, Bu. Sampai mati kenangan 'indah' ini akan ku simpan dalam hatiku"

12 April 2010

remuk


Remuk
.
Luluh
.
Lantaklah
.
Hatiku
.
.
.

11 Maret 2010

(untitle)

.

airmata
ku curahkan segalanya...

samudra kan ku ukir
ku kan menyingkir
menjauhi desir hati

potretmu,
airmataku kamu
tak kuasa kini aku
tenggelamlah aku!

tak lagi ku hitung
berapa hidup ku menangis
potret kita,
engkau!

senja ini,
cinta kini...



02 Maret 2010

kau 'kan kemana?

.


selingkar rayu menggebu
menelusup rapuh reruntuh
sayu sudah tak layu
tiada kata lain : sendu

kau kalut memilin hati
jiwa mati yang terperi
selimut gundah membiru
memadu ragu rindu



03 Januari 2010

Nyanyian Beku




senja kini tlah berganti
kemelut kabut merasuk
membuta segala jiwa
terlelap dan tenggelam

saat-saat kau bernyanyi
di batas bulir embun pagi
membeku seluruh kalbu
hirup pahit kelabu hidupmu

Hidup Meredup




kerdip lilin kini,
berpendar menyusup malam malam
rangkai nada kini,
memudar ragu membiru

sepercik api kini
meredup, meregang gambar diri
di haluan kami,
dua insan terabaikan

cahaya pelita kini,
menghapus jejak tangis pilu
nyata dan imaji
segala dunia yang kami singgahi

sinar hati kini,
merapuh seluruh kalbu
harapan kami yang membeku
antara jiwa-jiwa sayu

kami duduk terpaku,
diam merengkuh hidup
menabur jalan kesaksian bisu
membelenggu haru rindu insan insani

15 Desember 2009

Risaukanlah

.


Tiada kau kecap prahara yang kau tanam,
hilang genggam buta mata .
Lari . . .
Larilah kau terpincang memeluk batu!

Hirup debu pangkuan laramu,
Tuan tiada lagi peduli laku kau,
Apalah terpancang pada penutupmu,
Tak guna semua ilmumu!

Gelap sudah bunga rampaimu,
Percuma kau reka hingga sempurna...
Tiada jalan yang membuat fakta selaras inginmu,
Tiada cara kau balikkan tangan Tuan!


11 Desember 2009

Ini, Kini, Nanti ...



senja.
berpendar dan terpudar.
memenggal laras pesakitan.
sepucuk kasih nan tersisih.

titian hidup jiwa mati
prasasti langkah yang terhenti
hela sukma sepasang hati
tertahan angan tepian suri

kau,
pandang akhir tiada hari
mengais sepi sendiri

sedang aku,
tertahan menanti,
jejak-jejakmu yang pergi
mengambang janji awan-awan
tiada kembali

sepasang merpati tertembak siang hari
sayap mengepak tinggi nirwana
seekor diam menanti senja
kala dia kan berkasih lagi

tiada ruang tuk terganti
semua terisi tak terperi
saat kini dan nanti

laguan mendayu kan ku layu
sebab ku bahagiakan janji setiaku
tak lagi kelana laksana kembang angin
tetap disini menunggu hari




hari semua pesakitan terampunkan,
hari kebangkitan semua umat . . .

.